Mengurai dampak perceraian orang tua terhadap depresi anak, pergaulan anak serta pertumbuhan iman anak

Authors

  • Yohanes Subianto Yaputra STT Bisanry Makassar Author
  • Indra Abraham STT Bisanry Makassar Author

Keywords:

perceraian; perkembangan anak; psikologis,;sosial; spiritual; peran gereja

Abstract

Abstract:

This study discusses the impact of parental divorce on child development, focusing on psychological, social, and spiritual aspects, as well as the role of the church in the recovery process. The methods used included literature studies, observations, and interviews with children of divorce victims, parents, and the church. The results show that divorce has a significant impact on children's mental health, such as depression, loneliness, and anxiety, which is exacerbated by reduced social skills and weak emotional support. Socially, the lack of parental supervision triggers children to seek acceptance in potentially negative environments. On the spiritual aspect, divorce interferes with the inheritance of faith, gives rise to theological confusion, and decreases the involvement of children in the life of faith. Post-divorce parents face psychological stress, parenting issues, and economic limitations that affect children's well-being. The Church acts as a mediator of restoration through counseling, mentoring, and faith strengthening, although practical support is still limited. This research recommends synergy between families, churches, schools, and communities in providing holistic and ongoing assistance so that children can recover emotionally, socially, and spiritually

 

ABSTRAK:

Penelitian ini membahas dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan anak, dengan fokus pada aspek psikologis, sosial, dan spiritual, serta peran gereja dalam proses pemulihan. Metode yang digunakan meliputi studi literatur, observasi, dan wawancara dengan anak korban perceraian, orang tua, dan pihak gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perceraian menimbulkan dampak signifikan pada kesehatan mental anak, seperti depresi, kesepian, dan kecemasan, yang diperparah oleh berkurangnya kemampuan bersosialisasi dan lemahnya dukungan emosional. Secara sosial, kurangnya pengawasan orang tua memicu anak mencari penerimaan di lingkungan yang berpotensi negatif. Pada aspek spiritual, perceraian mengganggu pewarisan iman, memunculkan kebingungan teologis, dan menurunkan keterlibatan anak dalam kehidupan iman. Orang tua pasca perceraian menghadapi tekanan psikologis, masalah pola asuh, dan keterbatasan ekonomi yang mempengaruhi kesejahteraan anak. Gereja berperan sebagai mediator pemulihan melalui konseling, pendampingan, dan penguatan iman, meskipun dukungan praktis masih terbatas. Penelitian ini merekomendasikan sinergi antara keluarga, gereja, sekolah, dan komunitas dalam menyediakan pendampingan holistik dan berkelanjutan agar anak dapat pulih secara emosional, sosial, dan spiritual

References

Dollahite, D. C., & Marks, L. D. (2019). Positive Youth Religious and Spiritual Development: What We Have Learned from Religious Families. Religions, 10(10), 548. https://doi.org/10.3390/rel10100548

Elia, Samuel, & Simanjuntak, F. (2021). Tinjauan Etika Praktis Terhadap Perceraian Kristen. DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 4(2), 63–75.

Farnanda, D. (2023). Konsep Parenting Style Di Keluarga Kristen Dalam Mewujudkan Toleransi (Studi Kasus Di Gampong Lamteumen Timur Banda Aceh). .

Hasanah, U. (2019). PENGARUH PERCERAIAN ORANGTUA BAGI PSIKOLOGIS ANAK. Jurnal Agenda, 2(1), 18–24.

Ibrahim. (2021). Efektivitas Pelayanan Konseling Kristen terhadap Keharmonisan Keluarga di Gereja Bethel Indonesia “Filadelfia” Makassar. Jurnal Eulogia, Vol. 1, No(1), 65–79. https://ojs.sttblessing.ac.id/index.php/eulogia/article/view/9/8

Mujiono, M., Romlan, R., & Bahri, S. (2025). ANALISIS YURIDIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA ANGKA PERCERAIAN DI KABUPATEN JOMBANG. Justicia Journal, 14(1), 135–157. https://doi.org/10.32492/jj.v14i1.14109

Novan Rizky Ramadan, & Aulia, Q. (2025). The Relationship between Negative Parenting and Delinquent Behavior in Children at the Special Children’s Development Institution for Grade 1 Medan: A Literature Study. Jurnal Pemasyarakatan Dan Keadilan, 1(2), 95–113. https://doi.org/10.64272/4jjt3z57

Prika Lisa Fahrani. (2025). PENGAMBILAN KEPUTUSAN PERNIKAHAN PADA GENERASI MILENIAL: PERSPEKTIF TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER. Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi, 2(7), 980–1004. https://doi.org/10.71282/jurmie.v2i7.748

Santiago, P. A., Lesawengen, L., & Kandowangko, N. (2023). "Dampak perceraian terhadap kepribadian anak (studi pada keluarga yang bercerai di desa Melong Kecamatan Melonguane Kabupaten Kepulauan Talaud. Jurnal Ilmiah Society, 3(1), 1–7.

Sary, Y. N. E. (2022). Kesehatan Mental Emosional Korban Perceraian pada Anak Usia Dini di Panti Asuhan. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(4), 3680–3700. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i4.2227

Sidjabat, B. Samuel. (2024). Membesarkan anak dengan kreatif, panduan menanamkan iman dan moral kepada anak sejak dini. Penerbit Andi.

Siswanto, D. (2020). Anak di Persimpangan Perceraian: Menilik Pola Asuh Anak Korban Perceraian. Airlangga University Press.

Sumakul, Y., Cristhania, Chanesa. Ponto, Panese, J., & Ramenaung, Y. (2025). Kajian Literatur Pastoral Konseling Pada Pemuda yang Mengalami Trauma Akibat Kehilangan Orangtua. Innovative Journal Of Social Science Research , 5(4), 625–638.

Yudistikhar, Afga. (2020). Gambaran Dinamika Social Interest pada Remaja yang Mengalami Psychological Maltreatment (Studi Naratif pada Remaja di Kota Makassar). .

Published

2025-09-03